Disbudpar Kota Tangerang Resmikan Flying Track Hutan Kota dan Launching Aplikasi Portal Taman Kita

Tangerangexpose.com – Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik khususnya pada wilayah perkotaan sangat penting, mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dari keberadaan RTH tersebut. Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang melalui Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota, mendorong pengembangan pemanfaatan RTH selain fungsi hidrologis menjadi 4 fungsi lainnya.

“Pertama, Pusat pengembangan kreativitas masyarakat, Tempat pelestarian seni dan budaya, Pusat aktivitas sosial dan interaksi masyarakat, lalu Tempat edukasi dan entertainment masyarakat,” kata Kiki Wibawa, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang pada acara Peresmian Flying Track Hutan Kota dan Launching Aplikasi Portal Taman Kita di Hutan Kota Jalan Daan Mogot, Kamis (20/2/2020).

Dalam rangkaian acara HUT ke-27 KOTA TANGERANG yang mengusung tema “Dengan Bekerja Sama, Kita Wujudkan Kota Tangerang yang Sejahtera, Berakhlakul Karimah dan Berdaya Saing” ini, Kiki juga menyampaikan bahwa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang melalui Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota sampai dengan tahun 2019 telah melakukan beberapa pengelolaan.

Di antaranya 179 lokasi RTH Publik dengan jumlah luas 51,63 Ha yang terdiri dari 27 taman tematik, 62 taman lingkungan, dan 90 pedestrian, pulau jalan dan area lainnya. Serta Penanaman sebanyak 38.683 pohon dan tanaman 126 titik dekorasi kota.

“Salah satu pengembangan RTH yang akan kita resmikan pada hari ini yaitu Hutan Kota, yang merupakan bagian dari 27 Taman Tematik yang ada di Kota Tangerang, dengan luas 9.776 m2 (0,9 Ha) dengan fasilitas flying track, joging track, fitness outdoor, musholla, toilet, terapi track, jembatan gantung dan area piknik dengan rumput sintetis,” ucapnya.

“Dengan ini, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tangerang akan ruang publik terpadu yang didukung dengan edukasi satwa yang terdiri dari 10 jenis satwa dengan jumlah 77 ekor dan 7 jenis vegetasi tumbuhan,” tambahnya.

Kiki juga menyebutkan bahwa Flying Track sendiri dibagi menjadi 3 tahap pembangunan. Yakni, pada tahap pertama, pembangunan kandang dan track sepanjang 77 m pada tahun 2018. Tahap kedua, penambahan track lintasan diagonal sepanjang 54 m pada tahun 2019, dan terakhir pada Tahap ketiga, penyempurnaan track dengan Menara Pandang (Observasi) dengan tinggi 17 m pada tahun 2020 ini.

“Aplikasi Portal Taman Kita” ini, lanjut Kiki, merupakan bentuk kerjasama antara Disbudpar dan Diskominfo Kota Tangerang yang terintegrasi dengan “TANGERANG LIVE” dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat terkait ruang-ruang publik yang ada di Kota Tangerang.

Sedikit informasi, Portal Taman Kita dapat diakses melalui alamat tamankita.tangerangkota.go.id atau dengan mendowload aplikasi TANGERANG LIVE dan pilih konten TAMAN KITA. Dalam Portal Taman Kita terdapat 4 (empat) konten, yakni: “SI TANTE”, “SI OM”, “SI EMAN” dan “RESERVASI”

Berikut penjelasan 4 konten tersebut:

“SI TANTE” (SISTEM INFORMASI TAMAN TEMATIK)

1. Menyajikan dan memuat berbagai informasi taman tematik dan pertamanan kota, meliputi sebaran lokasi, cerita singkat serta tujuan pengembangan taman tematik dan berbagai fasilitas hingga informasi pemeliharaannya. Sistem ini juga menyajikan dan mendokumentasikan aset dan berbagai sumberdaya di dalamnya.

2. “SI OM” (SISTEM INFORMASI OPERASIONAL DAN MAINTENANCE)

Merupakan sistem informasi yang mengumpulkan, mengatur, mengolah, menganalisa, menyajikan serta mendistribusikan data dan informasi terkait petugas pemeliharaan pertamanan dan dekorasi kota, tugas rutin pemeliharaan pertamanan dan dekorasi kota, jadwal pemeliharaan, kelompok/tim pemeliharaan serta lokasi area pemeliharaan. Sistem ini mempermudah pengoperasian dan pemeliharaan kinerja operasional dan maintenance taman secara cepat, efisien dan fleksibel.

3. “SI EMAN” (SISTEM INFORMASI ELEKTRONIK TANAMAN)

Merupakan sistem identifikasi tanaman berbasis QR Code yang mampu menyajikan informasi jenis tanaman, lokasi penyebaran tanaman/pohon, jumlah tanaman/pohon dan data lengkap kondisi, ukuran serta foto tanaman/pohon.

4. “RESERVASI”

Merupakan sistem/aplikasi berbasis web dan berbasis android yang memudahkan masyarakat untuk menggunakan taman sesuai dengan kebutuhannya. Terdapat 27 lokasi taman tematik yang dapat digunakan. Sistem ini terintegrasi dengan TANGERANG LIVE, sehingga perlu sign-up/log-in TANGERANG LIVE terlebih dahulu sebelum melakukan reservasi. /Adv

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Resmikan Wisata Edukasi Lingkungan Hidup, Tihar Sopian: Semoga Masyarakat Lebih Aktif dan Terus Bergerak

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *