Pasca Digusur Proyek JORR Kunciran-Bandara, Begini Potret Anak-anak di Benda

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Sebanyak 27 bidang tanah di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang terdampak proyek Tol JORR II atau Serpong, Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta. 22 dari 27 rumah kini telah rata dengan tanah.

Eksekusi pengosongan lahan pada Selasa (1/9/2020) itu sempat diwarnai kericuhan antara petugas gabungan dengan warga. Warga mempertahankan rumahnya agar tidak digusur, karena uang ganti pembebasan lahan tersebut belum dibayarkan, atau dalam proses konsinyasi.

Namun upaya warga menghalau petugas mempertahankan tanah dan rumahnya itu tidak berhasil. Satu persatu, rumah diratakan menggunakan alat berat.

Usai rumah mereka digusur, puluhan warga tersebut kemudian merangsek ke Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang. Mereka mengadukan nasib kepada Pemkot Tangerang karena mereka kini sudah tak memiliki rumah untuk bernaung.

Seorang anak mengaku tengah mencari buku miliknya diantara tumpukan puing. Bapaknya yang saat ini belum kembali ke lokasi sejak berdemontrasi ke Puspemkot Tangerang, tidak sempat mengemas barang-barang perlengkapan sekolahnya.

Ia juga mengatakan, tak memiliki keberanian dibelikan buku yang baru, sebab khawatir orang tuanya tidak memiliki cukup uang.

Peristiwa robohnya rumah-rumah di lokasi terdampak proyek yang dibangun Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, juga diduga terjadi tindakan refresif dari personel aparat.

Kumala (bukan nama sebenarnya), seorang ibu rumah tangga membeberkan kesaksiannya. Ia menyebut, anak-anak tersebut mengalami trauma akibat penggusuran itu.

“Namanya anak-anak pasti trauma dengan segala bentuk intimidasi baik sebelum penertiban hingga rumah kami rata dengan tanah. Enggak usah jauh-jauh, anak saya yang mencoba mempertahankan rumahnya dengan menghalau beko, diperlakukan seperti binatang. Ditarik sana ditarik sini sampai baju yang dipakai robek,” ungkapnya.

Sementara, Anggota Komisi III DPR RI Mohamad Rano Alfath menuturkan, pihaknya menerima informasi jika terdapat oknum kepolisian yang bertindak keras dalam proses penggusuran lahan di Benda. 

Bahkan, Rano mengaku akan menyiapkan pengacara untuk melakukan gugatan atas penindakan oknum kepolisian tersebut. 

“Saya juga akan berkordinasi ke Polri dan akan melakukan pemanggilan. Kami sudah jelaskan melakukan advokasi keadilan sampai prosesnya memenuhi,” katanya. /re

Bagikan berita ini ;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *