Kado HUT PMI ke-75, Sejumlah Kader PMI Kota Tangerang Mundur

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) Ke-75 Tahun, pada tanggal 17 September 2020 mendatang mendapatkan kado istimewa dari sejumlah kader PMI Kota Tangerang tingkat kecamatan. Pasalnya, sejumlah kader tersebut menyatakan mundur.

Ya, mundurnya mereka lantaran kondisi PMI Kota Tangerang yang sudah diselundupi kepentingan politik praktis, hal itu terlihat dari Musyawarah Kota ke-IV Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang yang diselenggarakan di Markas PMI Provinsi Banten beberapa hari yang lalu.

“Selamat ulang tahun PMI ke-75, semoga prinsip kemanusiaan tetap melekat pada tubuh PMI, terkhusus di PMI Kota Tangerang dan menjelang hari yang bahagia untuk PMI, saya izin pamit,” kata Mumu Rohimu, Rabu (16/9/2020) pagi.

“Ya, kemarin saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai ketua PMI Kecamatan Pinang. Insya Allah, saya tetap akan mengabdikan diri saya dalam hal-hal kemanusiaan meski bukan di PMI lagi. Masih banyak ranah pengabdian yang bisa saya lakukan,” ucapnya.

Menurut Mumu, pengunduran diri yang dilakukannya sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan yang melekat pada PMI itu sendiri. “Saya sayang terhadap PMI, tapi melihat kondisi PMI saat ini yang dimasuki ke dalam ranah politik praktis membuat saya merasa sudah tidak nyaman lagi untuk mengabdikan diri di PMI,” tuturnya.

“Saya khawatir, PMI ke depan hanya akan dijadikan motor politik terhadap kepentingan Pilkada mendatang, bahkan suatu yang mungkin juga akan terjadi pada ranah-ranah lain, dimana akan ditempatkan orang-orang yang sama dengan kepentingan yang sama juga. Saya tidak mau PMI masuk dalam pusaran politik praktis,” sambung Mumu.

Pria yang kerap disapa Jaro ini juga menjelaskan, bahwa dirinya mundur tidak ada paksaan dari siapapun. “Saya lillahi ta’ala, ikhlas. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PMI. Sekali lagi, saya izin pamit,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PMI Kecamatan Periuk Rahmat, dirinya pun siap mundur dari PMI. “Dengan kondisi seperti ini, saya yakin sudah tidak ada kenyamanan, sinergitas dan keharmonisan,” pungkasnya. /rill

Bagikan berita ini ;

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *