Pemkot Tangerang Diduga Serobot Lahan Milik Warga, Ahli Waris: 30 Tahun Lahan Kami Dipakai Tanpa Ganti Rugi

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang diduga melakukan penyerobotan lahan milik warga almarhum Riman Bin Ecang, yang saat ini sudah dipakai untuk lokasi pembuangan sampah di TPA Rawa Kucing, yang berlokasi di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari. Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum Ahli Waris warga, Septian Prasetyo.

Berdasarkan data yang dimiliki, kata Septian, diketahui bahwa Riman Bin Ecang memiliki lahan seluas 1,5 hektar, yang berlokasi di depan pintu gerbang utama TPA Rawa Kucing. “Tanah itu diperoleh oleh Almarhum Riman Bin Ecang dari jual beli pada tanggal 15 Desember tahun 1975 antara Riman Bin Ecang dengan Ecang Bin Kaimin yang diketahui oleh Kepala Desa Kedaung Wetan saat itu M Usuf,” jelas Septian, Sabtu (12/12/2020).

Selanjutnya, tambah Septian, berdasarkan penjelasan ahli waris, pada tahun 1990 ketika Kota Tangerang masih menjadi Kota Administratif (Kotif) Walikota Tangerang saat itu Djakaria Mahmud secara lisan meminta kepada Riman Bin Ecang yang saat itu dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di Kedaung Wetan untuk pindah, karena tanahnya akan dipergunakan untuk pembangunan TPA Rawa Kucing yang operasional nya dilakukan pada tahun 1992.

“Waktu itu Pak Djakaria secara lisan menyampaikan kepada kakek saya Riman Bin Ecang bahwa nanti tanah tersebut akan diganti rugi, makanya kemudian keluarga kami pindah tempat tinggal dari Kedaung Wetan ke Kedaung Baru, namun sampai beliau meninggal pada tahun 1994, hal tersebut tidak pernah terealisasi, namun karena kita para ahli waris merasa itu untuk kepentingan lebih luas, mengingat TPA Rawa Kucing memang sangat diperlukan, kami mendiamkan hal ini, tapi kita juga tetap berharap ada itikad baik dari pemerintah untuk segera diselesaikan,” tutur ahli waris Bambang Wahyudi didampingi kuasa hukum, Septian Prasetyo.

Menurut Bambang, tanah tersebut merupakan tanah warisan dan para ahli waris pun masih ada,”Namun upaya ahli waris selalu menemui hambatan, lantaran Pemkot Tangerang dari sejak era Walikota Djakaria Mahmud, Walikota Mochamad Thamrin, Walikota Wahidi Halim hingga Walikota yang sekarang Arief R Wismansyah, tidak juga kunjung mau menyelesaikan persoalan ini. Dan baru pada tahun 2020 ini ada alokasi anggaran, itu pun belum bisa direalisasikan sampai hari ini,” jelasnya.

Septian dan Bambang juga menjelaskan, persoalan pembebasan tanah Riman Bin Ecang ini kemudian menjadi makin tidak jelas, setelah pada Tahun 2015, Pemkot Tangerang melakukan pembayaran ganti rugi tanah atas nama Iwan Rungu Simanjuntak yang lokasinya berada diatas lahan milik Riman Bin Ecang.

“Pembayaran itu dilakukan kalau tidak salah pada Tahun 2015 setelah Iwan Rungu memenangkan gugatan di Pengadilan atas kepemilikan lahan tersebut,” ungkap Bambang.

Namun tambah Bambang, klaim Iwan Rungu memiliki lahan di lokasi tersebut dengan dasar kepemilikan SHM patut dipertanyakan. Karena, lanjut Bambang, almarhum Riman Bin Ecang dan ahli waris tidak pernah melakukan jual beli lahan tersebut, terbukti girik C desa asli dan jual beli diatas kertas segel asli masih ada ditangan ahli waris.

“Informasi yang kami dapat, Iwan Rungu mendapatkan SHM tersebut dari lelang, dan kami menyakini warkah SHM ada yang ganjil, dan ini memang harus ditelusuri, apa yang mendasari Iwan Runggu memiliki beberapa SHM dilahan tersebut, sampai yang bersangkutan juga menghibahkan sebagian tanahnya ke Pemkot Tangerang, setelah mendapat ganti rugi sebelumnya, dan hal ini jelas agak janggal,” kata Bambang seraya menegaskan adanya dugaan permainan antara kedua pihak.

Bambang juga memaparkan, pihaknya memiliki bukti yang kuat bahwa tanah tersebut milik Riman Bin Ecang dengan girik C desa yang saat ini seharusnya tercantum di buku C deaa Kedaung Wetan.

“Ini aneh nya sampai saat ini pihak Kelurahan Kedaung Wetan belum juga mau mengeluarkan surat keterangan tanah. Ini juga yang menjadi salah satu kendala kenapa kita juga belum mendapatkan ganti rugi dari Pemkot Tangerang, sampai saat ini Lurah Kedaung Wetan belum juga mau mengeluarkan surat keterangan tanah, dengan alasan yang tidak jelas, bahkan yang bersangkutan sering menghindar untuk ditemui,” tuturnya.

“Bahkan yang jadi keanehan lagi, pihak Kelurahan Kedaung Baru (tempat dimana ahli waris Riman Bin Ecang berdomisili-rd) tidak juga mau tanda tangan surat keterangan waris. Padahal, ini gak ada kaitannya dengan masalah,” sambung Bambang.

Untuk diketahui, pihak Ahli waris menyerahkan kuasa kepada Kantor Hukum Septian Wahyudi dan Rekan untuk bisa membantu segala bentuk permasalahan tanah tersebut. /rill

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Bagi-Bagi Proyek, PU Kota Tangerang Diduga Bersetubuh Dengan Oknum Pengusaha

tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Tangerang akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *