Tangani Masalah Limbah Pencemar Sungai Cisadane, Multi Bintang Indonesia Resmikan Instalasi Waste Trap

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Sungai Cisadane merupakan satu dari 15 sungai yang ditetapkan sebagai prioritas rehabilitasi oleh pemerintah Indonesia. Membentang melewati provinsi Jawa Barat dan Banten, sungai yang menjadi sumber air utama bagi kalangan industri dan jutaan masyarakat ini mengalami penurunan kuantitas dan kualitas air serta kondisi ekologis, yang disebabkan oleh pencemaran dan kerusakan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Multi Bintang Indonesia, produsen Bir Bintang dan Heineken® di Indonesia, menyadari pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air bagi kualitas hidup masyarakat, dan bersama dengan Yayasan Banksasuci, Aliansi Air DAS Cisadane, dan Pemerintah Kota Tangerang meresmikan instalasi waste trap di hilir Sungai Cisadane sebagai salah satu solusi yang efektif untuk menangani masalah limbah yang mencemari sungai.

Pencemaran sumber air di DAS Cisadane disebabkan oleh sampah yang dibuang ke sungai, yang 84%-nya berasal dari sampah domestik. Tingginya tingkat pencemaran oleh limbah ini dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyakarat. Instalasi waste trap berfungsi untuk menjerat sampah di sungai agar tidak mengalir ke laut.

Sampah yang terjerat kemudian dikumpulkan dan dikirim untuk dikelola oleh bank sampah setempat, yang kemudian dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

“Sebagai produsen bir dan minuman nonalkohol yang menggunakan air sebagai bahan dasar utama, kami menyadari bahwa setiap tetesnya sangat penting, dan merupakan tanggung jawab perusahaan untuk turut melindungi sumber daya air. Sejak 2017, Multi Bintang sudah melakukan instalasi waste trap di DAS Cisadane menggunakan bambu dan material bekas pakai untuk mengumpulkan sampah dari sungai,” jelas Ika Noviera, Direktur Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia, Jum’at (18/12/2020).

Seiring berjalannya waktu, lanjut Ika, Multi Bintang Indonesia secara terus-menerus melakukan evaluasi dan inovasi agar waste trap tersebut bisa semakin efektif dan tahan lama.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tangerang Decky P. Koesrindartono yang turut menghadiri acara peresmian waste trap di DAS Cisadane mengatakan, bahwa pemerintah Kota Tangerang mengapresiasi kepada pihak swasta yang senantiasa berperan aktif menjaga lingkungan terkhusus air baku di Cisadane.

“Kami berterima kasih kepada Multi Bintang yang menginisiasi dan mendukung program instalasi waste trap ini, karena sebagai wajah depan dari Kota Tangerang, Sungai Cisadane menjadi perhatian khusus dan prioritas bagi Pemerintah Kota Tangerang. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keterlibatan serta partisipasi masyarakat dan komunitas menjadi hal yang penting di setiap proses pembangunan,” paparnya.

“Kami dari sisi pemerintah bertugas sebagai enabler yang dapat mendorong partisipasi tersebut agar setiap upaya pembangunan menjadi upaya kita bersama.” tambahnya.

Untuk diketahui, Pemasangan waste trap di DAS Cisadane kali ini dilakukan oleh tim Pelaksana Waste Trap dibawah naungan komunitas Yayasan Banksasuci, yang merupakan wadah aktivis lingkungan dan pengelola bank sampah di Sungai Cisadane. Waste trap yang dipasang menggunakan bahan dasar pipa PVC dan galvanis yang mengadopsi blueprint desain trash boom dari perusahaan startup lingkungan asal Jerman, Plastic Fischer, yang tersedia secara bebas di sumber terbuka (open source).

“Teknologi yang kami gunakan untuk pembangunan waste trap ini bersifat sangat sederhana dan mudah direplikasi. Kami berharap dengan tersedianya inovasi ini secara terbuka dan terbukti dapat diimplementasi bisa menjadi contoh bagi perusahaan ataupun komunitas lainnya untuk melakukan hal yang serupa,” ujar Ade Yunus, Ketua Pengurus Yayasan Banksasuci.

Pada November 2019 lalu, Multi Bintang bersama Make A Change World juga bekerja sama dengan Plastic Fischer untuk mengembangkan dan memasang trash boom pertama di Bali yang telah terbukti secara efektif dapat menghentikan sampah mengalir ke sungai, saluran air, dan lautan di Bali. Sementara di Sungai Cisadane, waste trap dengan panjang bentangan 60 meter ini merupakan waste trap terpanjang yang menggunakan desain trash boom dari Plastic Fischer.

“Saya sangat senang melihat masyarakat dan komunitas yang terpanggil untuk mengikuti jejak kami dan membangun trash boom menggunakan desain konstruksi dari Plastic Fischer,” ujar Karsten Hirsch, CEO Plastic Fischer. “Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada Multi Bintang Indonesia yang telah memberi dukungan penuh kepada Yayasan Banksasuci dalam menjalankan inisiatif ini,” tutupnya.

Informasi lebih lanjut mengenai upaya, perkembangan, dan cerita Multi Bintang lainnya terkait keberlanjutan dapat dilihat di www.multibintang.co.id/id/sustainability.

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Bagi-Bagi Proyek, PU Kota Tangerang Diduga Bersetubuh Dengan Oknum Pengusaha

tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Tangerang akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *