Perintah Terbaru Kapolri, Forkompinda Kota Tangerang Gelar Rapat Koordinasi

Tangerangexpose.com – NASIONAL – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons cepat pernyataan Presiden Joko Widodo yang menilai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali tahap II kurang maksimal menekan penyebaran Covid-19.

Listyo pun langsung mengeluarkan surat telegram terbaru yang ditandatangani Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II Penanganan Covid-19.

“Pelaksanaan PPKM tahap II sudah memasuki minggu terakhir, namun belum efektif menekan laju penularan Covid-19. Di samping itu, kebutuhan akan ketersediaan ruang isolasi dan ICU yang semakin tinggi dikarenakan banyaknya pasien Covid-19,” kata Komjen Agus dalam keterangannya, Senin (1/2/2021).

Oleh karena itu, kata Agus, Surat Telegram yang ditandatangani atas nama Kapolri dengan nomor ST/183/II/Ops.2./2021 itu menginstruksikan para Kasatgas dan kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2021 serta para Kaopsda Kasatgas Opsda Aman Nusa II-2021 untuk melakukan sejumlah langkah dalam mumutus mata rantai covid-19 di masing-masing daerah.

Terpisah, Kapolres Metro Tangerang Kota, Pemerintah Kota Tangerang, TNI dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Kepala Kejaksaan (Kejari) setempat telah melakukan rapat koordinasi di Markas Komando Polres Metro Tangerang Kota, Senin (31/1/2021) malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tangerangexpose.com forkompinda tersebut membahas dan mengevauasi segala bentuk penerapan PPKM, PSBB berikut sanksi yang telah berjalan dan berlangsung hingga saat ini.

Untuk diketahui, Kapolri telah mengeluarkan Surat Telegram dalam rangka mengoptimalkan PPKM di wilayah masing-masing, berikut ini isi kandungan Surat Telegram yang diperintahkan Kapolri;

1. Melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penanganan pandemi Covid-19 bersama Forkompinda, khususnya terkait dengan efektivitas pelaksanaan PPKM yang telah dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

2. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan Pemda, TNI, pihak rumah sakit, dan stakeholder lainnya untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 serta memprioritaskan perawatan di rumah sakit khusus untuk pasien yang sudah menunjukkan gejala berat/kritis dan bagi pasien yang masih menunjukkan gejala ringan dapat melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, atau Puskesmas setempat.

3. Melakukan edukasi dan sosialisasi secara masif agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) terutama 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi) serta mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, artis/influencer, dan lain-lain agar masyarakat tidak takut, serta mendukung segala upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

4. Melakukan pembinaan untuk membangun Kampung Tangguh Nusantara di wilayah masing-masing sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam rangka mencegah penyebaran dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

5. Meningkatkan kerja sama dengan Pemda (Satpol PP), TNI, dan stakeholder lainnya khususnya dalam pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan secara tegas dan terukur serta tepat sasaran.

6. Pelajari, pedomani, dan implementasikan di lapangan semua Surat Telegram Kapolri terkait penanganan Covid-19 dan penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal di wilayah masing-masing. /ian

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Tidak Layak Huni! DPRD Kota Tangerang Usulkan Segera Relokasi Warga TPA Rawa Kucing, Begini Kondisinya

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mengusulkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *