Waduh! APD Dokter RS Primaya Hospital Diduga Bebankan Pasien, Begini Kata Dinkes Kota Tangerang

Tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Sejumlah pasien di RS Primaya Hospital Tangerang mengeluhkan pungutan sebesar Rp200.000 sampai Rp500.000 ribu rupiah yang dibebankan kepada pasien saat melakukan pemeriksaan medis.

Menurut salah seorang pasien IQ melalui pesan WhatAap, dirinya dan pasien lainnya merasa keberatan dengan biaya tersebut, karena seyogyanya pasien diberikan pelayanan yang prima, optimal dan maksimal. Kendati demikian, pasien diharuskan melakukan administrasi yang diduga untuk biaya Alat Pelindung Diri (APD) untuk Dokter, begitu juga bagi pasien yang tidak terpapar Covid-19.

“Biaya APD (Alat Pelindung Diri-red) dokter diberlakukan bagi seluruh pasien yang melakukan pemeriksaan medis disana. Tanpa gejala Covid-19 pun para pasien diwajibkan untuk membayar,” jelasnya seraya kecewa dengan pelayanan RS Primaya Hospital Tangerang

“Nah, coba kita hitung apabila dilakukan secara berulang-ulang, misalnya apabila pasien setiap harinya mencapai 50 orang dikalikan Rp200 ribu/-orang maka biaya APD dokter mencapai Rp 10 juta/-hari dikali 30 hari, maka untuk biaya APD bagi dokter diperkirakan mencapai Rp 300 juta setiap bulannya bahkan bisa lebih,” tambahnya.

IQ juga mengungkapkan, APD yang dipakai oleh dokter hanya itu saja dalam 1 hari (8 jam) terkecuali pergantian tugas dokter. Lokasi pasien yang bergejala batuk dan flu dipisahkan dari pasien umum lainnya. Dengan lokasi pemeriksaan yang cukup kecil dan tidak sesuai protokol kesehatan Covid-19 yang sudah di tentukan oleh kemenkes RI.

Ditambah, lanjut IQ, pada saat dirinya diperiksa, ada salah seorang pasien yang diduga positif Covid-19 dilokasi ruangan tersebut dan membuat dirinya semakin cemas karena tindakan dokter tidak cepat tanggap dalam menangani pasien yang sudah positif covid-19.

“Meskipun RS Primaya Hospital Tangerang ini swasta, harus bisa mengedepankan sisi kemanusiaan dan patuhi kebijakan serta ketentuan dari Kemenkes RI. Kami akan lakukan upaya hukum dan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat apabila beban biaya APD dokter tidak dihilangkan oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, pihak korban melalui LBH sudah memberikan surat teguran tertulis kepada direktur dan jajaran manajeman RS Primaya Hospital Tangerang untuk mempertanyakan kebijakan biaya APD dokter. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen belum merespon surat tersebut.

Sementara itu, Ketua Relawan Kesehatan Kota Tangerang Andrian Putra mengatakan, sangat tidak dibenarkan jika RS membebankan biaya APD pada pasien. Karena pembiayaan pelayanan kesehatan pasien terkait pandemi virus Corona atau Covid-19 ditanggung oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Hal ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020,” kata dia.

Menanggapi hal di atas, sudah seharusnya pihak Dinkes Kota Tangerang harus tegas untuk memberikan sanksi jika hal itu memang terbukti, berupa pemutusan kerja sama dengan BPJS/asuransi lainnya, dan pemberhentian izin operasional RS.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr. Liza selaku Kadinkes Kota Tangerang melalui Whatsapp mengatakan, akan segera menindaklanjuti adanya biaya APD Dokter yang dibebankan kepada pasiennya. “Akan segera ditindaklanjuti oleh kami,” singkatnya. /ian

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Bagi-Bagi Proyek, PU Kota Tangerang Diduga Bersetubuh Dengan Oknum Pengusaha

tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Tangerang akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *