Tolak Penggusuran Makam Kramat Buyut Jenggot

tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Rencana Penggusuran Makam Buyut Jenggot di Kampung Sukasari RT.02/08, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, Banten menuai banyak kecaman. Pasalnya, makam tersebut akan dibangun perumahan, Kamis (21/7/2022) malam.

Diketahui, PT. Villa Permata Cibodas akan membangun 573 rumah di atas Makam Tubagus Rajasuta alias Buyut Jenggot.

Aktivis Kota Tangerang Saipul Basri alias Marsel mengatakan, makam kramat Buyut Jenggot merupakan warisan warga Banten harus dijaga dan pihaknya akan mendorong menjadi cagar budaya di Banten khusunya Kota Tangerang.

“Kalau sampai digusur makam kramat ini, sama saja pihak pengembang sudah tidak menghargai warga Banten. Bukan hanya warga Banten yang akan menolak penggusuran makam ini, tapi seluruh elemen keagamaan insya allah juga akan menolak,” tandasnya.

“Bahkan, tidak hanya elemen keagamaan tetapi elemen-elemen lain pun akan bersama-sama menolak penggusurun makam Tubagus Rajasuta alias Makam Buyut Jenggot,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Marsel, pihaknya tidak mempermasalahkan pengembang untuk membangun usahanya di Kota Tangerang sesuai aturan yang berlaku.

“Mangga, you bangun perumahan disini! Sesuai peraturan yang ada. Tapi, tolong dilihat segala aspek yang ada,” tukasnya.

“Saya siap menjadi yang terdepan menjaga makam kramat buyut jenggot,” pungkasnya.

Penjaga Makam Buyut Jenggot

Salah seorang penjaga makam Buyut Jenggot Agus (39) mengatakan, dirinya sangat berharap agar pengembang tidak menggusur makam kramat tersebut. Pasalnya, banyak manfaat atas keberadaan makam dimaksud.

“Alhamdulillah, banyak manfaat yang dirasakan dengan adanya makam Buyut Jenggot di kampung ini,” paparnya.

“Pertama, banyak penziarah dari berbagai daerah datang, alhamdulillah warung warga disini jadi laku, itu kan perekonomian berputar dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Agus, keberadaan makam Buyut Jenggot juga kerap dijadikan tempat pengajian bagi warga sekitar.

“Setiap Jum’at siang, ibu ibu pada ngaji disini, dan setiap malam sabtu itu pengajian bapak-bapak,” tuturnya.

Pria yang sudah menjaga makam sekira hampir 3 tahun tersebut berharap, dirinya tidak ingin makam kramat Buyut Jenggot direlokasi oleh pengembang.

“Harapan saya dari awal cuma satu, biarin makam ini tetep disini, tidak boleh dipindahkan oleh siapapun dan kepentingan manapun,” tandasnya. /ian

Bagikan berita ini ;

About Redaksi

Check Also

Warga Serbu Bazar Murah Sembako di Kecamatan Ciledug

tangerangexpose.com – KOTA TANGERANG – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) menggelar bazar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *